Translate

Wednesday, January 13, 2016

Cinta Hati Logika



Cinta itu hanya permainan Hati.
Ketika Hati dipertemukan dengan Logika dia takkan mencinta lagi.
Cinta sendiri dan memilih Hati sebagai tempat bersandingnya
akanlah abadi.
Jika Cinta ingin mengundang Logika untuk bersanding disebelah Hati
kemungkinan Cinta tak lagi akan kekal.
Cinta dan Hati adalah pasangan yang tulus.
Jika Logika ikut turut campur... niscaya perlahan pudar


Cinta sewajarnya pake Hati tak pakai Logika



-cinta tapi beda-

Tuesday, January 12, 2016

(Kanker) Tiroid


Ga banyak alasan untuk escape beberapa bulan terakhir ini. Alesan nya cuma satu, ngobat! Ngobat dalam arti sesungguhnya. Yaitu menuju ke kesembuhan.
Menanti tenang, well… yang pasti semua akan berlalu, dan tampak proses escaping ini berangsur menemukan jalan akhirnya. Sisanya yang agak membuat pusing tujuh keliling hanya beberapa tagihan yang gatau bakalan d cover apa enggak. HAHA, derita rakyat jelata banget. Jeritan anak jalanan berteduhkan harapan coveran untuk biaya berobat.. Makanya jangan sakit kalau ga mampu bayar ya bok!

Ceritanya liburan tahun ini dialokasikan ke bolak balik pindah penginapan dalam makna implisit. Bukan seperti tahun lalu yang pindah penginapan minimal di Negara yang berbeda. Yaudahlah ya, mau bilang apa lagi. Mungkin saat nya sekarang dulu istirahat. Dan berangsur mimpi tertampak absurd. Baik dari segi 3 minggu untuk 3 tahun, ataupun mimpi tentang menginjakkan kaki di beberapa spot target tedekat. Tapi yasudahlah dipasrah kan saja. Toh kalo sudah rejekinya kesana ntar pasti selalu ada jalannnya. Rejeki anak soleha pasti akan dibuka kan. *berusaha menghibur diri sih sebenarnya.

Kepala ini sebenarnya penuh, pusing, tapi yah mau gimana, dibawa stress juga ga solusi. Dibawa gila seperti biasa aja. Dan yang pasti menanti tenang datang kembali…




Surprise!!

Cuaca lagi buruk belakangan ini. Beres cuaca buruk batuk parah semingguan. Ga berapa lama saya sadar nemu ada benjolan di leher sebelah kanan besar sekitar 3cm. Saya pikir mungkin gagara sisa virus batuk parah kemaren. Setelah nunggu 3-4 hari tuh benjolan di leher ga kunjung kempes.
Maret 2015, saya pergi ke dokter umum. Di dokter umum ditanyain terakhir berlibur kemana, apakah ada turunan TB, merokok kah dll. Setelah saya bilang gada apa-apa dalam turunan, dan saya cuma bilang kalau saya baru batuk parah sebelumnya. Dokter nya ga ada ide dan asap saya d rujuk ke real RS.

Sesampainya di RS, saya langsung di ambil darah, cek segala, leher di USG gitu. Dan nunggu sampai lamaaa sekali. Akhirnya dokter memutuskan untuk saya harus nginep di rumah sakit untuk diperiksa secara intensif. Oke…what a surprise!? Hanya untuk ngecek leher harus di intensifin sampe nginep selama 3 hari.

Belum  ditemukan hal aneh berbahaya lainnya, akhirnya saya disuruh pulang. Masih unclear judul pemeriksaannya. Beberapa hari selanjutnya disuruh cek THT. Singkat kata singkat cerita saya dirujuk untuk melakukan operasi. Jadi si benjol di operasi dulu, dan benjolan tersebut akan diperiksa dan kemudian hasilnya ditemukan.

Operasi pun dilaksanankan, deg-deg-an my boy!! Anestesi untuk pertama kali, mereka hanya mengalihkan perhatian saya, ngajak ngobrol, suntikan bius pun perlahan memasuki tubuh hitungan detik ilaang-pikiran sudah end! Pas sadar, tern yata kata suster nya saya uda ada diruangan lain dan operasi udahan. Abisnya dalam mimpi saya, saya hanya ngerasa nih dokter ngobrol sambil nungguin saya. Dan ga ngelakuin apa apa. Ternyata bangun bangun saya udahan oparasinya. Saya cuma mampu bilang sus, saya haus minta minum dua kali dan tepar lg. Lalu saya dipindahin ke kamar perawatan. Nginep kurang lebih 4 hari akhirnya saya pulang dan minggu depan dapat hasil nya. Selasa depan.

Hari yang ditunggu datang, dan mereka mengabarkan hal yang saya dengar sendiri gada teman, kaya di sinetron, dokter mengatakan bahwa saya kena kanker tiroid. Dengan 'Jeng-Jeng Sound' mengiringi, lengkap sudah sinetron saya scene kali ini. Antara shock dan setengah sadar, saya coba cari di kamus bahasa yang dipakai dokter tersebut, dan mentranslate ke beberapa bahasa. Hasilnya sama,
kan-ker ti-ro-id. Yaudah mau gimana lagi, dan saya langsung dilempar untuk segera di atasi di RS khusus tiroid.

Konsul di dokter sini, diperiksa lagi, dicek darah lagi USG lg, dll. Diskusi berlama lama diputuskan utnuk mengambil semua tiroid saya, karena uda ada kanker di dalamnya.
Well, baiklah orang orang pada nanya, kira kira penyebab tiroid apaan, kalau kata emak saya karena ga jaga makanan waktu semasa muda dulu. Kemungkinan bisa begitu, tapi teman kuliah saya yang punya menu hampir sama kaya saya masi aja aman tuh. Kalau katanya keturunan enggak juga tuh. dokter tanya apa kamu keringatan banyak belakangan ini? tidak, Apakah berat badan naik banyak/turun banyak? tidak, Cepat capek? biasa aja. Semua pertanyaan dokter saya jawab dengan flat, dan tak ada salah satu ciri kerusakan tiroid ada pada saya. Jadi mungkin yah emang uda saat nya aja begini, atau mungkin saya punya semua gejala tersebut hanya saja saya tidak sadar. Hmm,, Saya kurang paham juga.

Untuk melakukan operasi besar, di leher... Saya bener-bener berasa gambling. Takut nya salah potong.  Daerah leher sini banyak saraf-saraf penting, kalo yang buat suara ga sengaja kepotong gimana. Dan mengingat keperluan si tiroid itu banyak banget, dan saya ga punya lagi ntar, terpaksa mengkonsumsi pil sebagai gantinya sampai sisa umur saya. Mau minum herbal-herbalan agak susah, kalau curhat ama dokter pasti disarankan untuk operasi saja. Disuruh minum cairan ganja, susah di dapat. Dokter nyaranin cepet oprasi biar kanker nya ga nyebar. Bingung kan berbi!!

Dengan meminta pencerahan kepada sang kuasa, meminta ijin kepada khalik, karena telah mengeluarkan satu organnya dari tubuh saya, April 2015 diadakan lah si Operasi Tiroid itu. Dengan meninggalkan bekas sayatan yang cukup susah disembunyikan dari leher, leher tengah naik ketas kanan. Ya gimana bentuk pintu kulkas aja, sisi tengah dan sebelahnya ke atas. Apalagi mengingat ada bakat keloid dari keluarga saya.

Operasi besar tahap ini, memerlukan waktu lama untuk siuman tampaknya. Walaupun sadar, hanya bisa membuka mata, kemudian terlelap lagi sejauh yang saya ingat. Supporter datang silih berganti mencoba untuk memberi semangat dan perhatian. Yang pertama hanya bisa saya liat dengan mata memicing dan sisanya saya tinggal pingsan, yang kedua saya hanya bisa meminta disuapkan yoghurt, lalu saya muntahkan dan terpingsan lagi, dan saya terpaksa diberi asupan lewat infus. Hidup ini beurat kawan!
Hari pertama sadar, leher keram juga, agak kaku. Mana batuk parah, lengkap sudah getaran membahana di leher pasca operasi. Scene ini pun selesai, sampai akhirnya saya keluar dari RS.

Selanjutnya periksa di THT lagi lihat perkembangan baru, apakah ada perubahan yang aneh pasca operasi, dan thanx God nya, semua tetap tampak sama pra dan pasca operasi, khusunya di part suara. Ternyata cerita belum selesai mbakbro, waktu saya cek THT, dokter nya suruh buka mulut saya, dia menyarankan untuk saya ke dokter gigi untuk merapihkan gigi saya mengingat jadwal terapi saya untuk healing treatment Jod pasca operasi. Selanjut nya harus dua hari bolak balik ke dokter gigi, dan membuang banyak uang untuk scene dokter gigi. But whatever mengingat bulan Juni jadwal terapi Radio aktiv.

Juni 2015, terapi I...
Mengingat kita mikir terapi nya adalah melakukan sinar pada bagian leher, diperindahlah bagian gigi di rahang. Setelah membuang banyak uang terhadap si gigi, ternyata terapi radio saya hanya menelan 1 butir pil yang mengandung radio aktiv yang bermakna enggak ada sinaran yang ditembakkan ke bagian leher. Yang saya pun agak bingung kondisi ini. Tapi setelah meminum pil tersebut, saya harus dikarantina di kamar beberapa hari, karena radiasi radio saya membahayakan orang normal disekitar saya. Jika saya tidak di karantina, ibu hamil, orang normal dan anak kecil adalah musuh radiasi saya. Untuk menyambut terapi I, saya harus 6 minggu sebelumnya menyetop konsumsi seafood, ikan jenis apapun, dan harus mengkonsumsi garam yang tidak mengandung Jod (garam gunung misalnya). Setelah 3 hari meditasi d RS tanpa melakukan apa-apa, saya pun keluar dengan menambah bobot diri. CKCKC.. Hasil keluar setelah beberapa minggu, didapati masi ada sisa kanker di kanan atas leher saya, dan bagian iga saya yang ke 6. Untuk yang bagian leher tidak disarankan untuk di operasi dan membelek ulang di bagian leher kanan yang sama karena ba-ha-ya. Tapi dari pihak RS terapi menganjurkan umtuk kembali ke RS sebelumnya (tempat operasi tiroid) untuk concern ke bagian iga ke 6 dan ditindak lanjutin. Kembali scan dilakukan khusus di bagian per-iga-an, dan disini tidak ditemukan titik kanker di iga ke 6. Tanpa banyak tanya saya pun tidak mau melanjutkan investigasi ribs sampai pada jumpa jadwal terapi kedua Oktober nanti. Anyaway sampai sekarang saya telah berhasil mengumpulkan 3 koleksi cd hasil scan-an (CT, MRI, etc ) dari 3 RS berbeda. Bangga...?

Oktober 2015, terapi II...
Sama seperti dulu, 6 minggu sebelumnya stop seafood, per-ikan-an, ganti garam dangan garam no. Jod, dan sekarang plus 4 minggu stop pil si pengganti fungsi tiroid (pil tiroid). Hidup tanpa tiroid dan tanpa pil ternyata membuat cepat ngantuk dan cepet lemes. Apa sedang puasa..? tentu tidak.
well, terapi sekarang stay hampir seminggu. Dan ibu saya ada tapi sayangnya gabisa nungguin d RS, karena lagi-lagi keaktivan Radio saya berbahaya terhadap orang normal. Hari pertama masuk saya dikasi dosis normal, setelah hari ketiga saya diberikan lagi pil radio berdosis ditinggi. Sebenarnya saya kurang paham kenapa diberikan dua kali pil dengan dosis beda. Kemaren sempat dijelaskan, tapi saya ga ambil pusing. Hasil Terapi beberapa minggu setelahnya pun keluar. Ditemukan hal yang sama di leher bagian kanan, tapi dengan kadar menurun, dan bagian iga ke 6 sudah tidak ditemukan lagi. So far...aman, tapi saya gatau sampai kapan saya melakukan terapi ini. Yang pasti terapi selanjutnya Maret 2016. Saya harap tidak adalagi ditemukan apa-apa sehingga terapi disudahi saja. Saya sudah tidak suka menu makanan yang disediakan di RS terapi itu. Dan ibu pegawai administrasinya mengundang nafsu saya untuk menempeleng doi. CKCKCK... 

Maret 2016, Terapi III...
Terapi yang digagas sebagai terapi terakhir benar-benar saya nikmati. Saya mencoba tidak merasakan bosan pada tempat dan situasinya. Mengingat ini adalah akhir dari karantia mudah-mudahan hasilnya bagus. Dan ya itulah yang terjadi. Hasilnya sudah okey. Hanya saja aktivitas pagi hari saya bertambah, hal pertama yang saya lakukan sehabis bangun tidur harus menelan pil tiroid dalam situasi perut kosong. Dan sekarang pun saya harus punya family doctor sebagai tujuan rutin saya untuk dikunjungi. Tahun depan saya harus cek ulang lagi head to toe untuk update lagi. Dan sisanya hanya cek darah  rutin saja untuk liat perubahan dose pil tiroid saya. So guys, selamat menjaga kesehatan. 

God...I surrender

           
benjolan kecil yang menampakkan diri
bukti pemberitahuan sesuatu terjadi
thd si tiroid



                                                
                                                                               evakuasi pertama




selanjutnya akan terbiasa
dengan rumah sakit

                                            
                                                         Oprasi pengambilan benjolan
 



Cairan yang dianjurkan
tapi tak tahu didapati di mana

                    
                Peta penyayatan yang segera dieksekusi
           beberapa menit kemudian
Aplikasi denah peta yang di gambar sebelumnya





             
              harus menyuntikkan diri sendiri
            cairan ini.
                    gunanya untuk....lupa! 
                   something for metabolism's booster

Fresh dari hasil OP
Mei 2015
Juni 2016
terlihat cadas!


So, Jika terjadi/ terlihat benjolan tetiba di leher anda, tunggu beberapa hari, dan kalau tidak kempes juga, ada baiknya segera dicek. Siapatau anda mendapat surprise dari dokter.


:)