Don't Kill a Magic between Us
Banyak jenis magic yang bisa selalu menghubungkan satu manusia dengan manusia lain. Takdir, jodoh, telepati. Saya percaya, kalau kalian satu sama lain bertemu lagi setelah sekian lama berpisah, magic lah yang mempersatukannya.
Saya tidak percaya dunia ini kecil, sempit atau kejadian yang hanya kebetulan semata. Tapi yang saya bingungkan adalah adegan dimana pasangan yang saling memiliki rasa terpendam, ketika berpisah mereka bisa meyimpan rasa itu jauh di dalam lubuk hati mereka, dan ketika bertemu lagi rasa itu pun muncul lagi. Mereka saling sadar, bahwa mereka saling tahu perasaan yang bekerja diantara mereka. Lebih dari satu kali hal tersebut terjadi pada pasangan ini, tapi tetap saja setiap mereka bertemu walau berpisah jarak dan waktu the magic between them tetap saja menyatu. Sampai akhirnya salah satu dari mereka memutuskan untuk membuang rasa itu dan menyerah terhadap keadaan timbul tenggelam rasa, yang mengambil peran terhadap dua insan ini. Menyerah mungkin hal yang terhormat dan/atau hal yang bodoh yang (akhirnya) dilakukan oleh mereka. Tapi to, kesempatan telah berlalu. Mungkin kalian hanya butuh saat untuk memutuskan. Either itu jalan yang bagus atau tidak, mungkin magic ini ga berhasil diantara mereka. Dan, tetap saja, mereka tidak menyesalkan the magic that stayed on them for some years and for some reasons. Mereka menghargai rasa itu, moment itu dan tetap berterimakasih dan mungkin masi menyimpan rasa itu di titik paling dalam rasa mereka. Mungkin saja mereka sekadar tidak mau membunuh magic yang pernah ada di antara mereka. Mereka malu mengakui bahwa mereka sering membesitkan beberapa moment ke pikiran mereka, sebagai guyonan sore sendirian. kisah ini mungkin bisa diibaratkan seperti pepatah yang mengatakan ingin memeluk gunung tapi sayang tangan tak sampai. Gunung keliatan jelas dimata, hanya saja gabisa di rengkuh. kurang lebih seperti itu. Tapi yang pasti rasanya perih, Jendral!
Kejadian lainnya, mungkin sedikit klise dan dialami oleh selected person yang dianggap kuat untuk menerima akhir dari hubungan yang biasanya 75% sama di setiap orang yang tinggal di Negara Timur, yaitu udahan. Semesta yang memaksa mengakhiri hubungan mereka, try to kill magic between them. Adalah pasangan yang berbahagia, yang ingin mencoba bertahan. Ini katanya.. "Mempertahankan magic ini untuk me-Lead hubungan kami ke arah yang dia mau. Berupaya untuk menerima kamu untuk aku dan aku untuk kamu. Walau kita berbeda, ya kami berbeda, Tuhan kami tak sama. Menikmati setiap hari-hari bersamamu. Sementara tak kuhiraukan semesta yang memberi sinyal untuk menyudahi nya. Simple saja, semesta tak merestui hubungan kalian-katanya, tapi dampaknya tak sesimple yang diangankan kalau sampai tak dihiraukan. Segala rumus dikeluarkan, plan A, plan B, sampai plan yang terlihat ga akan bekerja jika harus bersatu dan tak menghiraukan semesta. Perasaan ini kuat terhadap mu dan kan kulakukan apapun untuk mu, tapi tak sanggup ku ganti Tuhan ku. Itu saja... Kau pun ternyata mengatakan hal yang sama. Kupikir ku tak sanggup, mungkin aku akan pindah saja ke Negara lain. Volume rasa ini pun naik turun. Tapi tetap magic ini selalu mempersatukan kita ketika ku kembali ke ibukota. Ini tidak terjadi hanya sekali, tapi lebih. Kau selalu menjadi orang pertama yang kutemui." Sampai akhirnya, kalian memutuskan... "Pada hari itu aku ingat sekali, rasa ini- kami merasa semakin terikat sekaligus semakin rela untuk melepas, merelakan kau. Hari itu, terakhir kalinya ku lihat kau mengatarku ke bandara, menemani kepergianku, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Kami biarkan semesta memutuskan segalanya. Dan kuharap semuakan bisa menerima dan sekali lagi berterimakasih terhadap magic itu. Dia mau mampir di antara kami." Itu katanya..
Apapun yang telah kalian rasakan... mungkin saya juga pernah mengalami magic-magic itu. Tapi entahlah. Mungkin saya akan mencoba untuk mengiraukan saja magic yang dulu pernah singgah pada saya. To semua orang harus move-on. Percaya pasangan sekarang adalah magic terindah dan hadiah dari setiap perjalan yang telah kau lalui. So... Apapun magic yang telah kau rasakan, hargai dan jagalah magic yang sekarang kau punya dan kau rasakan. Dan jangan lupa, segala rasa harus mengahasilkan kebahagiaa dari setiap aspek. Bahagia bukan hanya milik kalian berdua saja, tapi semesta juga harus kau beri peran untuk bahagia.
-end-