Perbandingan memang sering dilakukan untuk mengukur kebahagian dan kesuksesan yang dialami orang-orang.
Dan seringkali perbandingan itu bertolak ukur dengan emak nya si teri-alias materi!! Pasti kita tahu, materi semata gakan bisa menjadikan kita bahagia, atau sukses. Tapi disini kita sedikit bahas yang deri segi materi dulu aja kali yah.
Emang benar, dengan materi anda bisa beli makanan yang bisa bikin buncit, gendut dan berisi – dan anda akan mengatakan: “guwe makmur! lu liat aja guwe buncit!” -tp bisa aja anda buncit karena cacingan, lemak menumpuk , miom-or whatever yang bisa bikin tampak gendut. Malah menurut saya anda tidak makmur, tapi anda sakit! harusnya anda tidak akan buncit-karna anda akan sering work-out dengan menggunakan alat-alat olahraga yang na’ujubilah mahal atau paling tidak anda akan jogging pagi/sore hari. Tapi pasti anda akan beralasan dan mengatakan, im too busy and have no much time to do that damn jogging. Jadi , menurut saya anda makmur ga brarti diliat dari buncit nya anda!- tapi dilihat dari berhasilnya anda merontokkan buncitnya! *oh god! Brati saya belum makmur dari segi ini!
Anda makmur juga gabisa dilihat dari mobil yang bertengger di garasi. Oke, anda pnya mobil sering gonti-ganti dipakenya, tapi kalau ternyata anda akhirnya punya banyak hutang dan dengan jujur akhirnya mengaku semua mobil itu adalah kreditan, - utang anda menumpuk, ga sanggup bayar kredit dan pajak, akhirnya ditarik juga tuh mobil. whew—what a hell of pretending itu mah! Bukan berarti lu gaboleh punya mobil, kalau memang butuh mobil, yah cukup satu apalagi kalau anda memang hanya sendiri-jangan beli 10 biji untuk sendiri demi gengsi-oh,,mai goat!*goat,,
Menjadi seorang makmur atas dasar harta warisan orangtua juga sebenarmya kalau kita berpikir secara dewasa, sangat tidak enak- dan dengan sangat enak sekali mengahbiskannya. Karena orang sangat menikmati sekali semua miliknya ketika dia mendapatnya dengan jerihpayah sendiri. Dan sangat menghargai sekali semua yang dia dapat jika berasal dari upaya sendiri.
Misal, seorang penyemir sepatu sangat menghargai sekali uang limaribu yang dia dapat dari hasil nyemir dibanding jika diterima dari hasil pemberian semata. Dengan limaribu saja tapi hasil keringat itu bisa memacu dia lebih lagi untuk mencari pelanggan. What a hard life.
Kemakmuran dan kesuksesan bisa dilihat dari bagaimana kita mengelola dan mengalokasikan emakterinya anda dengan berbagi pada orang lain! Terutama dengan orang yang sangat amat membutuhkan. Karna kita akan sukses banget karna orang bisa bahagia karena kita! What a blessed for others itu mah. Kita akan makmur jika berbagi. Kalau kita merasa belum sanggup secara materi, belum makmur, kita mesti berusaha dari sekarang untuk mengumpulkan pundi-pundi dan membuat orang bahagia karna kita. Dan kita akan menjadi orang yang sukses.
Untuk apa menjadi orang kaya, tapi hartanya disimpan-dan ketika dia mati, dia akan membangun kuburan mewah-dan entah untuk apa dan entah siapa yang menikmati kuburan itu! Lucu juga sih kalau dipikir-pikir, tapi kalau ga dipikir yah ga lucu (lho?!), last….
mari lah kita menjadi orang makmur dan bahagia dengan memakmurkan orang dan membahagiakan orang yang memang butuh dimakmurkan dan dibahagiakan!!
---super sekali!! HAHAHAHAHAH
-semoga tidak ada yang tersinggung, karna ini hanya sebatas tumpahan isi, isi milik saya!-
No comments:
Post a Comment