Selama hidup di khatulistiwa ini, entah kenapa saya selalu diklasifikasi kan dengan cewe pria.
Dimana fisik boleh perempuan tapi hati, outlook (yang saya bedamaknakan denga fisik ), tingkah laku adalah laki-laki. Mungkin bisa disebut dengan perempuan maskulin. Tp secara dandan dan pekerjaan saya dituntut mesti wanita. Oh I hate this part exactly.
Teman-teman saya juga ga sedikit yang laki-laki. Karna saya secara umum perempuan dan secara khusus dekat dengan para pria yang adalah teman-teman saya kariiiib-sobat lah yah,, sebagian dari kekasih mereka pun cemburu pada saya, hahha…saya juga kalau mau nyari yah pilih-pilih. Pasti nyari yang belum ada gandengannya lah, dan gamau nyari salah satu teman-teman saya. Kalau pun kebetulan saya suka ama yang uda ada pacarnya itu karena mepet. Hmmmm- dan mengingat janur kuning yang belum melingkar-kesempatan itu juga milik saya berarti!
Terlepas dari itu semua saya lumayan banyak pengalaman dimana salah satu teman saya menjadi jaga jaraaaaaaaaakkkk sekali dengan saya karena dia baru punya kekasih wanita dan sang wanita cemburu pada keakraban kami! Yah itu sih pilihan pria nya, dia memilih untuk menjauh dari saya. Tapi jadi aneh aja, kalau ketemu dia sekarang kaya orang yang cuma kenal sebatas permukaan saja. Hmmmmmm,,,, Mungkin si cewe ga mau ngerti posisi si pria dan si pria mungkin mau cari aman saja untuk menghindari sifat kewanitaan yang meledak-ledak, hahha *untung saya bukan wanita seutuhnya. Kayaknya sih mungkin si temen mikir, that was Ok, yang penting masih berteman dengan saya, dan tidak menjadi musuh.
But eniwei, whatever bout his mindset!!
But eniwei, whatever bout his mindset!!
Belakangan muncul lagi, wanita yang bertanya kepada pacarnya (pria lain yang adalah teman saya dengan case yang beda): ‘hub kamu sama dia (saya) apa sih?’*kurang lebih inti dari pertanyaannya sepeti itu- well..sebenarnya kami adalah kakak adik beda ibu. Kalo orang australi beken mengatakannya dengan: *bradah enadah madah---okelah kalau begitu! Tapi si ‘abang’ saya ini memilih untuk tetap berteman dengan saya dan melaksanakan tugas dia sebagai bradah yang enadah madah tadi! Dia hanya kasih penjelasan dengan kekasihnya itu. Saya pikir itu adalah tindakan yang bijak nan bajik! Terhadap kekasih nya ini akhirnya dia broke-up tapi sekarang (baru-baru ini) dia sudah punya yang baru lagi, dan dengan case yang hampir sama wanita itu pun menyatakan rasa worried yang sangat tampak mengenai arti hadir saya. Dan lagi-lagi bradah enadah madah terus dikumandangkan. Saya belum dikenalin sih ama wanita ini. Nantilah ada waktunya!
Yang pasti kami adalah *Brother Another Mother
Berangkat dari peran ganda ini, saya pikir tidak sedikit yang mengalami hal seperti saya. Apa orang jenis saya perlu dimusnahkan gitu? Saya pikir sih biarkan terus ada generasinya. Karena ga selamanya juga kan saya atau orang sejenis saya akan dekat selalu dengan pria-pria! Ini hanya peran ganda! Peran ganda yang ga bertahan selamanya. hello,,one day saya juga getting marry. Jadi tidak amat sangat mungkin sekali,,,*tampak amarah yang sedang terlampiaskan.
Tapi saya agak heran sampai sekarang, kenapa perempuan ke pria-prian tampak lebih bisa diterima diabanding pria yang kewanita-wanitaan?! saya punya jawaban sendiri tapi..
-eniwei just my opinion loh,,tidak dipukul rata. You deserve to feel disagree with me.
Teruntuk kalian para wanita yang para kekasih prianya punya temen wanita yang memang berada di bawah ikrar sumpah: bradah enadah madah, biarkan lah mereka selalu seperti itu. Toh nanti waktu yang memisahkan mereka dan benar-benar memilih anda sebagai teman wanita nya yang benar! So don’t worry!
we do love guys but we do not love your *mas!
(mas=dalam bahasa jawa bermakna abang-red)
(mas=dalam bahasa jawa bermakna abang-red)
*bagi manusia sejuta umat--> milik kalian (pasangan) adalah milik umum, yang akan berkahir sampai janur kuning melambai di pinggir jalan yang adalah milik kalian….*pembelaan
No comments:
Post a Comment