Translate

Saturday, September 27, 2014





kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia . 
 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? 
Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. 
 Matahari terbit , matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.  
Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.  
Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. 
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat,  telinga tidak puas mendengar.  
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.



PKH 1:2-9

Saturday, September 06, 2014

Cinta tak Harus Memiliki. KLISE...

Mungkin uda beberapa pasang orang yang saya coba comblangi, jadian tapi hanya sampai pacaran saja. Ada seorang teman beberapa tahun terakhir, perempuan yang saya comblangin 2 kali. Yang pertama mereka pacaran walau ga berapa lama udahan trus si cewek yang sama minta bantuan lagi sama saya. Sebut saja teman wanita saya itu Salima. Mungkin lanjutannya nanti saenam satuju sadelapan, etc.
Well, anyway bulan depan akhirnya Salima akan menikah!!! happy? mungkin saya shock. Kenapa? karena dia akan menikah dengan pria dari hasil perjodohan orangtuanya. Apakabar dengan pria yang saya jodohkan tersebut? mereka masi menjalin hubungan sampai detik-detik jadwal lamaran dikumandangkan dari bibir si Salima kepada pria sang kekasihnya itu.
Hati sepasang manusia itu masi terpaut, masi menjadi satu walau jarak memisahkan mereka. Ya mereka memang setahun belakangan ini pacaran jarak jauh. Apakah hati dijaman sekarang ini masih bisa dikorbankan demi keluarga besar? Apakah keluarga besar rela mengorbankan hati anak mereka?

Klise memang, cinta tak harus memiliki. Nelangsa, saya hanya merasa seperti itu sekarang... Kata si pria sang kekasih kepada saya. Dan dia sempat bercanda di dalam kesesakannya: sori, gw gabisa jadi ama cewe yang lu jodohin. Lah ya it's oke...balik lagi lah ama quote klise tadi diatas.
Saya pikir saya ga akan menemukan tragedi seperti itu lagi dalam kehidupan nyata di jaman modern sekarang, bukan salah siapa-siapa, tapi...wajar sinetron/ film bertemakan seperti ini masi laku dipasaran. Soalnya memang masi terjadi sekarang-sekarang ini, dan rasanya benar-benar lebih dari sakit. Apalagi kata Nelangsa, benar-benar sulit dijelaskan gimana campuran ribet nya dalam hati.

Saya, selaku saksi bisu cinta kalian, hanya bisa jadi pengamat, dan mencoba ikut merasakan apa yang kalian rasakan. Melihat pasangan bahagia walau bukan dengan kita mungkin tindakan ikhlas yang bisa kita persembahkan. Ga mudah, tapi mau gimana lagi, cinta memang ga harus memiliki. Sing kuat ya temans!!! Doa semua orang beserta kalian. God bless :)