Mungkin uda beberapa pasang orang yang saya coba comblangi, jadian tapi hanya sampai pacaran saja. Ada seorang teman beberapa tahun terakhir, perempuan yang saya comblangin 2 kali. Yang pertama mereka pacaran walau ga berapa lama udahan trus si cewek yang sama minta bantuan lagi sama saya. Sebut saja teman wanita saya itu Salima. Mungkin lanjutannya nanti saenam satuju sadelapan, etc.
Well, anyway bulan depan akhirnya Salima akan menikah!!! happy? mungkin saya shock. Kenapa? karena dia akan menikah dengan pria dari hasil perjodohan orangtuanya. Apakabar dengan pria yang saya jodohkan tersebut? mereka masi menjalin hubungan sampai detik-detik jadwal lamaran dikumandangkan dari bibir si Salima kepada pria sang kekasihnya itu.
Hati sepasang manusia itu masi terpaut, masi menjadi satu walau jarak memisahkan mereka. Ya mereka memang setahun belakangan ini pacaran jarak jauh. Apakah hati dijaman sekarang ini masih bisa dikorbankan demi keluarga besar? Apakah keluarga besar rela mengorbankan hati anak mereka?
Klise memang, cinta tak harus memiliki. Nelangsa, saya hanya merasa seperti itu sekarang... Kata si pria sang kekasih kepada saya. Dan dia sempat bercanda di dalam kesesakannya: sori, gw gabisa jadi ama cewe yang lu jodohin. Lah ya it's oke...balik lagi lah ama quote klise tadi diatas.
Saya pikir saya ga akan menemukan tragedi seperti itu lagi dalam kehidupan nyata di jaman modern sekarang, bukan salah siapa-siapa, tapi...wajar sinetron/ film bertemakan seperti ini masi laku dipasaran. Soalnya memang masi terjadi sekarang-sekarang ini, dan rasanya benar-benar lebih dari sakit. Apalagi kata Nelangsa, benar-benar sulit dijelaskan gimana campuran ribet nya dalam hati.
Saya, selaku saksi bisu cinta kalian, hanya bisa jadi pengamat, dan mencoba ikut merasakan apa yang kalian rasakan. Melihat pasangan bahagia walau bukan dengan kita mungkin tindakan ikhlas yang bisa kita persembahkan. Ga mudah, tapi mau gimana lagi, cinta memang ga harus memiliki. Sing kuat ya temans!!! Doa semua orang beserta kalian. God bless :)
Well, anyway bulan depan akhirnya Salima akan menikah!!! happy? mungkin saya shock. Kenapa? karena dia akan menikah dengan pria dari hasil perjodohan orangtuanya. Apakabar dengan pria yang saya jodohkan tersebut? mereka masi menjalin hubungan sampai detik-detik jadwal lamaran dikumandangkan dari bibir si Salima kepada pria sang kekasihnya itu.
Hati sepasang manusia itu masi terpaut, masi menjadi satu walau jarak memisahkan mereka. Ya mereka memang setahun belakangan ini pacaran jarak jauh. Apakah hati dijaman sekarang ini masih bisa dikorbankan demi keluarga besar? Apakah keluarga besar rela mengorbankan hati anak mereka?
Klise memang, cinta tak harus memiliki. Nelangsa, saya hanya merasa seperti itu sekarang... Kata si pria sang kekasih kepada saya. Dan dia sempat bercanda di dalam kesesakannya: sori, gw gabisa jadi ama cewe yang lu jodohin. Lah ya it's oke...balik lagi lah ama quote klise tadi diatas.
Saya pikir saya ga akan menemukan tragedi seperti itu lagi dalam kehidupan nyata di jaman modern sekarang, bukan salah siapa-siapa, tapi...wajar sinetron/ film bertemakan seperti ini masi laku dipasaran. Soalnya memang masi terjadi sekarang-sekarang ini, dan rasanya benar-benar lebih dari sakit. Apalagi kata Nelangsa, benar-benar sulit dijelaskan gimana campuran ribet nya dalam hati.
Saya, selaku saksi bisu cinta kalian, hanya bisa jadi pengamat, dan mencoba ikut merasakan apa yang kalian rasakan. Melihat pasangan bahagia walau bukan dengan kita mungkin tindakan ikhlas yang bisa kita persembahkan. Ga mudah, tapi mau gimana lagi, cinta memang ga harus memiliki. Sing kuat ya temans!!! Doa semua orang beserta kalian. God bless :)
No comments:
Post a Comment