Semua keputusan memang harus ada harga yang dibayar. Hal yang mesti dibayar bisa dalam bentuk real materi, waktu, tenaga dan hasil keputusan yang telah dibuat tersebut. Ga semua keputusan yang diawal kita anggap benar berakhir dengan benar/ baik nantinya begitu juga sebaliknya.
Bicara soal keputusan, sekarang saya berada di tengah jalan menjalani keputusan yang telah saya buat. Ya memang keputusan ini uda lama dipertimbangkan, di itung itung mana yang lebih banyak positif, atau negatif. Dan sisanya berdoa pasti, dan didapatilah keputusan yang saya sedang dijalankan sekarang. Ditengah perjalanan ini kadang merasa berat, dan suka memikirkan kembali bahwa hal ini sudah diputuskan, dan harus di jalankan seprofesional mungkin. Ibaratnya ketika kita mau ke atas gedung ya mesti naik tangga dulu. *sedihnya kalau tidak ada lift. Dan sedihnya lagi ketika gundah gulana dan kamu tidak tau kepada siapa harus berpaling dan mengadu, itu pasti akan membuat stres tambah parah, dan mungkin menyebabkan kematian perlahan. HAHA.
Kalau kata orang hidup memang perjuangan, ada benarnya. Hidup yang indah itu ketika jalannya dipenuhi dengan 'rasa' di tiap pengalaman, ada benar nya juga. Tinggal kita yang berupaya, dan menyiasati bagaimana cara bersikap ketika stres datang, sedih sendiri, bahagia merasuki, bicara dengan tembok, tertawa dengan bayangan. Saya rasa dengan sendirinya akan mengubah cara berfikir kita tentang makna hidup itu sendiri. Bagaimana menghargai setiap detik kesempatan, bagaimana menikmati setiap kesempatan baru yang telah didapat. Tapi bagaimana cara menyiasatinya? tiap orang pasti beda cara. Untuk saya sendiri sih, mungkin saya akan lebih banyak diam, menghibur diri, lari kepantai lalu ke hutan....hmm,, Saya menghibur diri dengan menonton, dan terus berfikir bahwa segala sesuatu yang telah dan akan terjadi pasti bakal ada manfaat nantinya. Dan terus barfikir bahwa 'this too will pass'
Berilah 'rasa' baru dalam hidup anda. Mungkin setiap hari, setiap bulan atau di tiap tahunnya. Beri kesempatan diri untuk terjun bebas ke tempat yang aneh, baru, lain, dan mungkin yang disebut gila oleh banyak orang.
Akhir kata, semoga hal baru yang saya putuskan, bisa dengan sabar dengan penuh keyakinan saya jalani. Dan semoga bisa jadi berkat bagi sekitar, atau jadi berkat dikemudian hari. Ternyata memang tidak mudah, butuh tekad yang bulat, dan hati yang keras menangkis segala keresahan dan gundah gulana dalam diri. Kalau bukan kita yang mempuk-puk diri kita sendiri, siapa lagi?
Selain berserah kepada yang Kuasa, saya pikir tidak ada satupun yang sanggup memampukan saya bisa berdiri tegak, berjalan dengan kepala tegak mantap .
Siapppp Grakkkk!!!
Hallelujah.....
No comments:
Post a Comment