Harusnya dengan melihat latar belakang pendidikan saya, harusnya saya menjadi guru sebagai profesi utama saya. Kenapa sampai sekarang saya masih cukup enggan untuk menjadi guru? Kalau dilihat-lihat dan di runut-runut tugas sebagai guru sangat besar, secara moril, akhlak dan juga secara masadepan si anak itu sendiri. Walau guru tidak bertanggung jawab 100% terhadap masa depan si murid.. Dengan memberikan materi yan benar-benar benar, tidak ngasal dalam penyampaian. Guru juga ga dituntut pinter-pinter amat kalau saya perhatikan. Yang penting dia bisa mempersiapkan materi dan menyampaikan ilmu dan dimengerti oleh murid. Buat apa guru pintar, tapi penyampaian materi terlalu membosankan sehingga membuat ngantuk dan menolak ilmu dan tertidur di kelas perlahan. Bagaimana berkomunikasi dan menjadikan murid tidak hanya sebagai murid juga perlu diperhatikan. Pendekatan emosi, perasaan juga dibutuh kan antara murid dengan guru (bukan masalah jatuh cinta kaya di snetron-sinetron ya!). Dan guru juga dituntut menguasai murid secara pskologi untuk tahu bagaimana memperlakukan si murid dalam penyampaian materi pelajaran.
Beberapa waktu saya diberi kesempatan mengajar di salah satu LSM, dimana anak anak disana masi pake bahasa daerah, sunda. Baiklah ini sangat memberi saya pengalaman yang luar biasa. Benar-benar dan harus kreatif dalam persiapan media yang diperlukan dalam penyampaian materi. Penguasaan materi dan kekreatifitasan instrumen yang dipakai. Susah tapi asik, mengajar disini benar benar perlu pake hati, dan SABAR!hahha,,,
Selanjutnya karena urusan studi biar lulus, lagi lagi saya kudu praktek ngajar. Ngajar 2 kelas SMA. Lumayan uda pada nakal anak-anak umur segini mah. Tapi itu dia tadi, perlu pendekatan pake hati untuk anak-anak umur labil seperti ini. hahha... Kadang ikut ngegosip juga dengan mereka, dan tetap tampak wibawa agar mereka tetap menghormati kita. Siap Grak!!!Pretend as teenager again. Benar-benar musti belajar dengan benar lagi untuk materi, dan menyiapkan media yang benar-benar benar.
Saya sangat salut untuk para guru yang rela ngajar sukarela, dan mengabdi di pedalaman. Untungnya sudah banyak yang mau melakukan itu belakangan ini. Negara kita masi banyak yang buta huruf, semoga kita bisa saling membantu mengatasi kebutaan huruf. Paling tidak bisa bacalah ya...
Dan saya harap semoga kesejahteraan guru (segi materi atau tunjangan lain) baik PNS/non, sekolah swasta atau negeri, lembaga sukarela atau non bisa lebih ditingkatkan lagi, supaya banyak yang ingin menjadi guru, dan yang pasti harus jadi guru yang benar-benar benar dalam mengajar. Pendidikan akan menentukan nasib masa depan sebuah negara.
Soon, sekolah saya lanjut lagi, kelar, dan saya akan mengajar :*
Kita semua bisa jadi guru, Salut buat guru!
No comments:
Post a Comment