Translate

Friday, January 30, 2015

Ibiza.. another Spain


Perjalanan saya yang sekarang saya anggap cari angin saja Hadiah di Agustusan 2014. Karena hanya ikut rombongan dan tidak melakukan andil apapun menentukan rute apapun seperti perjalanan sebelum-sebelumnya. Ibarat diberi hadiah tiba-tiba, saya ga pernah kepikiran untuk berada di sini, di tempat yang katanya surga dunia, pesta dimana mana untuk yang berjiwa muda pastinya, dan yang menyukai pesta tentunya. Ibiza juga dikenal sering didatangi oleh Paris Hilton dan artes artes beken International lainnya. Yang pasti mobilitas penduduk disni sederhana, tidak ada Metro, ataupun Tram atau minimal angkot. Paling juga ngojek atau ngetaxi. Tapi secara penginapan kita terletak nun jauh disanaaaaaa dan tanjakan pula,, lupakan untuk bisa jalan kaki ke kota. Tidak banyak cerita, tapi lumayan cukup banyak ceria..





view from the restaurant



the sunsset


mari ber-yacht
Nama lainnya sih hippie market- Pasar Las Dalias
Setelah saya amat-amati kenapa setiap tempat berbau Spanyol identik ama gecko. Name it, Barcelona, Ibiza, Las Terrenas (masyarakatnya berbahasa Spanyol). Nanti kita tanya ahlinya..
Di papan tengah, diberi keterangan tahun kunjungan artes hippie. hmm,,


thn 1960 adalah si 3J
salah satu tapas nya
gereja, yang tak tau kapan jam masuknya
ranah gereja dipake u/restoran


ini kota...
 



malam-ini juga di kota-sore
 


masi cotton beach

saya lupa nama pantainya-sekian-

Yang menyenangkan pastinja pasar Las Dalias yang barang-barang nya bikin kalap mata dan galau kantong. Setelahnya adegan si sunset yang cakep. Saya juga sempetin ngunjungin gereja disini. Saya diberitau jadwal masuk katanya jam 17.00, di tunggu tunggu gada orang, jam 18, masih sepi, akhirnya melambaikan tangan. Mungkin masuk pukul 19, atau 20 atau selanjutnya, yah.. atur aja! So, kenapa Spanyol identik dengan hewan sejenis cicak seperti yang ada di Park güell karya Gaudi di Barcelona...? lets find the answer out,, Thanx Ibiza, see you again i hope.hohoho
-End...

Saatnya Belanda dan sekitarnya




Libur dan mengunjungi, ada waktu yang tepat untuk mengunjungi teman kantor lama yang akan balik September 2014 ini setelah beres setahun beasiswa.
Dengan modal 77€ return ke the Hague, berangkatlah saya naik kereta, 3x ganti kereta per kereta lama waktunya 1,5-2 jam. Jadi lama perjalanan saya hampir 5,5-6 jam.
Berangkat 12 juli kurang lebih jam setengah 4, sampai lah di the Hague setengah sepuluh malam. Dijemput ama teh Denpoy sang teman yang sedang dikunjungi tersebut di den Haag (DH) central, dan naik kereta ke Den Haag HS tempat doi. Welcome Netherland!!

Ketololan yang sangat lamban disadari adalah ketika lama menanti kedatangan kereta menuju DH, dan setalh 5 menit menjelang kedatangan kereta tersadar hanya mengantongi uang ga sampe 10€. Mau lari ke atm, pasti akan sangat ketinggalan kereta nantinya. Baiklah saya akan mengambil uang pas nyampe nanti. Semoga ga nambah bangkrut ngambil uang di luar negri. Di DH HS pun ngambil uang sebentar 200€, harus bisa bertahan sampe tgl17!!

DH HS
tempat naungan 4 hari. maacih!
view dari apt doi

Sampe di apartemen doi, anak anak pada ngumpul disana lagi pada buka puasa, langsung ikut nimbrung dengan makanan yang to the point nasi uduk,orek tempe kerupuk sambel bu rudi dan the manis anget. Slamat berbuka kawan! Se-apartemen tiga kamar, dua dari Indo dan yang satu ntah dari mana, orang bule dia. Oke, sudah malam langsung tidur besok pagi langsung menjelajah Amsterdam. Well, bye

Day 1 AMS – Volendam – Zaanse Schans – AMS (juli 13th  2014)
Jam setengah 8 ngisi OV card 30€, padahal sebenarnya ada tiket yang cuma 17€ seharian penuh naik kendaraan apapun ke ujung netherland manapun, sayangnya tiket itu lagi abis jadinya pake OV biasa, yang kalo digabungin connect ke punya temen, saya bias dapet potongan harga. Nama istilahnya apa ya, bisa Tanya ke mba mba jasa kereta sana deh.

Kereta disini seru, ga hanya dalam kereta nya aja yang ada wifi, di setiap peron stasiunnya juga ada wifi, sebakai fakir wifi pelacong hany bias nyari koneksi wifi gratisan. Bukan masalah wifi gratis aja, sebagian gerbong nya juga ada bertuliskan ‘silence’ dimana segerbong itu gada yang bisa ngobrol, ketawa keras ala anak-anak indo yang uda lama ga ketemu dan berbicara keras-keras kaya kita yang sampe ditegur ama bapak-bapak dan akhirnya kita milih untuk tidur aja di kreta.hmm
temen kantor yang lagi lucky (haha) dapet bea
 di DH. 
gerbong 'silence'












































Well.... Sebenarnya di AMS nya sekadar saja, keliling sebentar liat RLD masi pagi uda pada di etalase aja sebagian. Dan juga ada etalase khusus wanita setengah baya yang tubuhnya ‘agak’ berisi. Bagus juga, jadi persediaan memang lengkap dan banyak pilihan ukurannya. Sambil liat liat etalase yang ga boleh dipoto, juga melewati pastinya ‘coffee shop’ beraroma. Tapi wangi punya Indo lebih mantap deh kayanya. Dibanding Barca juga menangan Indonesia baunya. Secara Indonesia kan tagline nya tanah kita tanah surga.
baba shop!
tempat pipis umum pria

 
 Well, baiklah setalah muter bentar kisaran kota nya AMS, kita pun bareng temen langsung pergi ke Volendam, pabriknya buat keju, dan ya ga lupa buat poto baju ala-ala susu Dutch Lady. Karena disini banyak menyediakan jasa poto baju tradisional, orang bilang bilang pake jasa yang paling ujung, karna ama mereka kita bisa capture sendiri dengan gadget pribadi dan harganya letaif murah dibanding jasa yang lain, dengan jumlah kita ber-4, per orang nya cuma bayar 6,5€. Yang pasti toko nya yang banyak majangin poto artis Indo-dan pejabat kaya ruth sahanaya, Megawati, Gusdur, dll. Jadi kalo lagi nyari toko yang bener, bingung mau kemana, yaudah cari poto para tokoh tersebut, abis itu antri deh, dan ngomong bahasa Indonesia aja ama pegawainya, pada ngerti ko sebagian mereka. Trus menikmati alam sekitar sebentar, trus jangan lupa menikmati makanan hasil lautnya, fish brotchen standar eropa.








Dari sini kita langsung naik bus lagi kearah desa zaanse schans. Gatau yah apa cuma perasaan sesaat, tapi aroma belanda kayanya cucok ama jati diri saya. Apa karena mereka yang lebih lma menjajah nenek moyang saya, entahlah. Tapi saya merasa ada getaran khusus ama Negara kincir angin ini. Setip belokan arah kepala saya, saya nemu pria yang sesuai standar selera saya, walau pria pria ini sebagian telah memiliki pria lain dalam gandengan tangan hidup mereka. Aissshhhh….. Perasaan ini sangat berbeda dengan yang saya rasakan di dunia sementara antah berantah peradaban saya.

 

Ga berapa lama akhirnya sampailah kita di desa kincir angin… hijau, adem, angin! Endes amat mengunjungi tempat ini! Sayang sekali teman teman disini lagi puasa. Sebagai tanda penghormatan, saya pun agak mengurangi makan di depan mereka. Jadi saya masuk ke toko keju, hampir memakan segala jenis tester berbagai jenis rasa keju, setelah kenyang yah keluar nemuin mereka yang lagi duduk-duduk istirhat. Gatau ini namanya respect, hemat, pedit, ato kere. Tapi semua melebur jadi satu dan tampak implisit. Setelah itu mengunjungi toko coklat, mereka nunjukin biji-bijian yang adalah pabalatak ditemukan di kampung saya. Atau jangan-jangan mereka mengambilnya dari Indonesia dan meyimpannya disini (tetap seudzon terhadap si mantan penjajah, Belanda. HA!). Terlepas dari situ mereka tetap bisa memanfaatkan peluang ini untuk menunjukkan pengunjung pengolahan awal dikupas, jemur, sampai terbuatlah coklat batangan. *penjelasan melalui gambar poto. Dan disini saya membuat sendiri minuman coklat dingin saya. Entah mereka yang malas melayani tamu untuk membuatkan minuman coklat, entahlah. HAHA!
 
 


bisa dicicip sampai kenyang, all variant


Setelah selesai menjelajah kita pun balik lagi ke titik awal pertemuan kita dengan teman yang sebelumnya, di AMS. Berpisah disini. Saya dan teh Denpoy singgah sebentar nyari sesuatu buat bekel makan buka ntar magrib yang adalah setengah sepuluh malam. Makanya teman teman yang berpuasa agak sangat teruji iman nya ketika berpuasa di musim panas kaya sekarang ini. Selamat ya bok! Setelah membeli makan makanan cepat saji ayam goreng dan berger beken, pulang lah kita ke the Hague. Sampai rumah istirahat, beberes dan buka…. Saya tidur mereka tidur tidur ayam karna sekitar setengah dua harus bangun lagi untuk sahur. Dan bersiap untuk trip selanjutnya besok.

Day 2 The Hague (July, 14th 2014)
Menemani teh Denpoy ke kampusnya sebentar ngurusin TA nya dan jadwal sidang, pretend mahasiswa sebentar di perpus dan di kantin nya. Lalu setelah itu marilah kita eksplor lebih lagi the Hague….
 

 



Day 3 Utterecht – Delft - Rotterdam (July, 15th 2014)
Pertama ya ke Utterecht dulu, jalan jalan dan ya jalan jalan aja. Disini nemu toko antique, nemu tempat minum ala kera sakti, liat bandroll harga cuma 1€, pas mau bayar eh harga nya diskon, yah terpaksa cuma bayar 50 cent deh. HAHA,, what a price!
Beli oleh-oleh ya di Delft tempatnya kata doi. Delft tempatnya menyejukkan. Gatau apa karna lagi hujan ya jadi sejuk dan adem jatohnya-dan beberapa spot untuk pemotretan pastinja. Kalau membeli oleh oleh adalah baiknya cek harga door to door dulu baru beli, bukan kaya saya maen beli aja eh pas ke tetangga sebelahnya nemu barang persis kaya saya beli dijual dengan  perbedaan harga yang sangat jauh murahnya. Ckckc…
Rotterdam salah satu daerah yang bangunan nya modern agaknya kurang cocok dengan saya. Beda banget sama Utterecht dan Delft pastinja. Kaya suasana Jakarta gitu jadinya, tapi ya bagian yang beken disini yaitu ala ala jembatan ampera Palembang atau jembatan layang Bandung. Nama jembatannya Erasmus..mungkin, haha. Dan yang pasti rumah kubus yang letaknya dekat stasiun central.
#Utterecht
kira kira bermakna apa ya
 
 

 


#Delft
 

Belanda kata saya adalah bintangnya sepeda


#Rotterdam



 

 

Ampera Palembang, atau Pasupati Bandung?












Day 4 Brussels (July 16th 2014)
Saking uda ngerasa telah menjelajah Netherland, berputus lah kita untuk pergi ke Brussel hari ini, karena kemaren kita uda beli tiket kereta tuh 45€. Yang asiknya beli tiket kereta disini adalah, membeli tanpa ada jadwal keberangkatan. Jadi bebas berangkat jam berapa aja sesuai dengan jadwal kereta pada hari itu. Jadi hari ini kita berangkat semampu bangun paginya kita. Hanya menempuh ga berapa lama sampailah kita di Brussels.

Membaca peta Metro nya sangat membingungkan saudara! Masa Metro bawah tanahnya nanti bisa nembus ke daratan luar. Hmmm.. bahkan untuk membacakan secara eksplisit aja susah. Harap dimengerti secara implisit aja kalau begitu. Jadilah kita lebih banyak membaca sembari melihat peta dengan kaki melangkah saja. Padahal kan kita uda beli tiket kereta tourist satu hari padahal. Dan dia meyerahkan masalah pembacaan peta pada saya. Perasaan saya jadi ga enak…  salah besar!

Tapi berdasarkan pengalaman membaca peta di Barca dan Roma, beranilah saya menerima tantangan dia untuk menjadi si pembaca peta! Salah satu icon yang beken di Brussels adalah Manneken Pis (Petit Julien), Patung si anak vivis, alangkah kaget ternyata patung nya hanya sekecil pipisnya si anak itu. Jauh dari yang di bayangkann… Selain itu waffle yang katanya beken dari sini juga harus kudu dicoba. Tapi entah apa beda rasanya, saya pikir tidak ada beda ama sekali. Disebelah patung manekin juga ada jual coklat. Sebenarnya disini banyak jualan coklatnya secara coklat Belgia kan sangat beken, dan toko coklat ini menamai dirinya menekin pis coklat, dan letaknya yang strategis jadilah membuat toko ini rame padat merayap pengunjung.

Selain itu yang jauh nun disana ada atomium, trus ada Moof museum yang dikasi diskon kalo ada kartu pelajar, hanya 5€. Untungnya KTM saya tahun 2005 yang lalu masi ada. Dan berhasil ketika hanya sebatas ditunjukin saja. Jadi bagi anda si penggila komik kesini aja, ada tin tin, Asterix, smurf, etc. Lalu pergi ke pusat kota nya deh, taman dan beberapa icon setempat. Tidak membutuhkan waktu banyak untuk mengeksplor tempat ini. Sebagian tempat penting nya lumyan bias didatangi kalau kata saya. Baiklah setelah ngecek jadwal keberangkatan kepulangan kita masi  agak lama, jadi punya waktu berleha-leha sebentar. Ketika keliling sekitar stasiun kereta ternyata tempat ini ga jauh dari pusat kota beberapa icon yang kita datangi tadi. Hmm… tau gitu kan kesini dulu kali ya,, eh tapi kan ya kita ndak tau yo! Baiklah setelah beli beberapa oleh-oleh lagi duduk duduk manis cantik, berangkatlah kita kedalam nunggu kereta pulang. Buka puasa di rumah…


 

 
 
 

Last Day (July 17th 2014)
Untungnya dan sengajanya berangkat yang siangan dikit. Jadi bisa nafas sebelum kepulangan. Tiket OV card masi ada sisa beberapa belas euro, Jadi setelah hasil diskusi, doi beliin saya tumbler yang akan diserahkan di Jakarta kelak bertemu ntar. Beli makan minum bekel 6jam perjalanan, dengan sisa uang yang sama seperti keberangkatan sebelumnya, pas-pas-an. Terimakasih the Denpoy, sukses ujian akhirnya yah… soon balik Jakarta, soon kita ketemu soon saya dapat tumbler nya. Terimakasih ud nge-host-in saya, jadi gausah capek capek apply di couchsurfing. Sampai jumpa lagi!!
ntah kenapa saya lebih suka metro yang merah ini


Berbicara soal Belanda, ternyata lumayan bisa kejangkau hampir semua tempat popular nya dalam waktu singkat. Walau tidak di eksplor secara mendetail pastinya. Disini saya juga ngasi jempol terhadap transportasi metro dan segala jenis tram nya, terlepas di setiap peron dan kereta ada wifinya, keretanya juga dilengkapi dengan gerbong silence. Belanda juga pemakai sepeda yang terbanyak kalau saya liat jika dibanding Eropa lainnya yang telah saya kunjungi. *menurut saya. Jadi, mungkin saya jatuh cinta pada Belanda dan pria pria nya, tapi bukan terhadap pria yang puya pacar lakik!



End..