Translate

Tuesday, February 17, 2015

ATIGA (ada sendiri, ada pacar, ada teman)


Hal yang ga penting dari seorang jomblo adalah ingin berpasangan. Sebenarnya simpel aja sih. Mereka merasa kesepian dan timbul keinginan tersebut ketika mereka berada di lingkungan yang sedang ber-dua-dua-an. Misalnya di bioskop, taman cinta, mall etc. Coba saja berada di sekitar orang orang yang lagi single, jiwa bebas merdeka tanpa ikatan sms sms pertanyaan sedang apa dimana sudah makan belum-pun tak lagi banyak kita harapkan.

Harapan ingin berpasangan sebenarnya muncul ketika kita benear-benar sedang sendiri. Kebayang dong dari pagi, ngopi sendiri, ke mall sendiri, lunch sendiri, nonton sendiri, semua-mua nya sendiri, hape sepi. Wajar kalau si jomblo nyerah dan beraksi seperti pengemis cinta. Balik lagi, minimal kita punya temen satu aja untuk ngopi pagi bareng, kemall berdua ama teman, atau lunch ama temen, nonton ama temen, kita mungkin ga terlalu memusing kan untuk mempunyai  pasangan disini konteksnya yah pacar. Sebenarnya kalau saya lihat nilai plus punya pacar hanya sebagai instrumen (saya ga tau kata apa yang cocok, lol) memegang tangan atau sandaran untuk berjalan lebih sedikit menempel.

Kalau baru aja menjabat sebagai jomblo, hmm menurut saya tergantung apa masalah mereka sebelumnya yah. Maksudnya, mungkin orang tersebut ingin cepat-cepat mempunyai ganti dan malah ada yang mungkin tak mau mencari pasangan dulu karena terlalu sakit sebelumnya.

Apapun keputusan yang dibuat baik untuk sendiri dulu atau berpasangan, selama masi punya bahu lain untuk bersandar, tangan orang untuk dipegang, hmmm bibir untuk dicium.. iya juga ga ya?! apapun, bebas deh. Yah selagi masi bisa menikmati kesendirian, berpasangan ama teman atau pacar, apapun circumtances nya pasti semua orang akan mengalami lingkaran hidup tersebut. Putus, jomblo, berpasangan, butuhtatihtayang pacar atau tatihtayang teman. Apapun bentuknya, selagi kita bisa menikmati saat saat bingung diantara banyak nya yang ngejar kita dan saat saat bingung ga ada satupun yang nyamper kita semuanya berasa indah dan nikmat rasanya. greget-greget pengen nabok, kalau bisa diekspresikan ya begitulah rasanya.

Come'on bukannya kamu ga laku, atau mungkin memang lagi gada aja yang mau..., nahlo sama aja!. Apapun, ntar juga tiba waktunya kamu bingung mau sama yang mana. Jadi nikmati saja pergantian rasa yang akan datang dan pergi sebentar lagi...! Enjoy the moment, enjoy the feeling...!


Friday, February 06, 2015

It's Last Terrenas Once More, syududu beng beng

-->

4.20 pm, January 25th 2015-Sunday (waktu tulisan ini dibuat)

Ga sengaja liat jam persis 4.20 waktunya orang giting sedunia. Saya sedang nikmatin makanan, entah ini makan siang telat atau makan malam yang kecepatan saya pun kurang paham istilahnya. Disini, Las terenas (lagi) tepatnya kebanyakan yang berkulit ehem agak gelap, sebagian yang berkulit putih hanya pendatang, turis, menikah dengan orang sini, dan akhirnya terlepas mereka nikah dengan orang lokal atau enggak at the end mereka bermukim disini. 

Semenjak disini, dan dimulai dari tahun lalu sebenarnya, saya menyukai jenis makanan namanya ceviche mungkin ini bukan jenis makanan yang baru di jagad kuliner dunia, tapi pas saya disini nemu bahwa makanan ini cucok di lidah saya. Sebenarnya hanya sejenis ikan mentah yang dipotong kecil kecil tebel, ato rada besar tapi tipis. Dan di matengkan dengan perasan asam dan juga pasti ada irisan bawang merah. Beberapa tempat menghiasi makanan ini dengan irisan paprika, ato jagung rebus, biji jagung goreng, ato/dan sesuka hati mereka. Tapi point dari jenis makanan ini yah hanya ikan mentah. Untuk hari ini saya makan lagi si ceviche itu, doi ngakunya tuh harga 450 peso atau sekitar 8-9€ tapi saya kasih uang 500 eh, ga dibalikin. HAHA...dasar!  


Baiklah untuk kedua kalinya saya kesini, gada yang berubah. Padahal uda setahun lalu. Tapi kalau memang cuma tenggang waktu setahun walaupun ada yang beda yang pasti ga terlalu keliatan ataupun ga terlalu berdampak besar. Eh tapi ada dua hal yang saya inget, bangunan yang berbentuk kapal akhirnya selesai, dan akhirnya ada jembatan di sekitaran sini...


Untuk kedua kalinya kesini, hmm benar benar berasa biasa aja apalagi kalau mesti tinggal selama 5 minggu lagi. Tahun lalu rekor 6 minggu. Hadehhh... Tapi yasudah lah yah, kapan lagi bisa kesini lagi gratis. Apalagi kalo ngingat tiket kesini bayar dua kali. Tiket pertama saya dua kali transit di London dan Miami PP. Eh pas mau berangkat saya ga diijinin check in karena gada visa Amerika. Karena walau hanya transit, atau nama beken nya Stop over walau hanya setengah jam saja, untuk berada walau hanya di bandara Miami-Amerika, manusia harus punya visa. Apalagi manusia berpasport hijau seperti saya. Kalau saya menyandang Waiver Program countries, saya bisa apply Esta dari internet, yang lama nunggunya cuma 2 jam tingal print deh, kira kira ada 38 negara. Jadi, terpaksa  supaya bisa jadi kemari, beli tiket lagi yang rute nya gada transit sama sekali di a-amerika-an. Sehingga akhirnya sampailah saya disini, dan ga berasa minggu depan balik. Tinggal berminggu minggu disini lagi lagi saya terpaksa bebicara bahasa spanyol lagi dan bergugeltranslate ria lagi. Good lah dan saya pun terlatih. Tapi soon pengen belajar bahasa prancis sih, itu juga kalo ga keburu otak saya kusut kaya benang.
santai di pinggir pantai
ma-ma-ma-majuana
mebeul Indonesia beken sampe amriksel!!
Cemilan sore hari. Coba tebak?

the Rainbow is still exist here
Baiklah ini adalah laporan kedua kali menyangkut perjalanan saya di Las Terrenas, tapi sekarang plus Las galeras yang cuma ditempuh sekitar 2 jam-an dari las terrenas. Ciptaan Tuhan memang sungguh luar biasa. AHEY! Tapi Indonesia punya banyak yang kayak gini. Jadi menyangkut pantai, laut atau jenis perairan mana juga kalau belum menjelajah Indonesia sampai pelosok yah jangan berani komen banyak dulu.. Indonesiah masih lebih Okeh.oyeh ooyehh






 Sekilas pandang memandang


-End...