Translate

Friday, February 06, 2015

It's Last Terrenas Once More, syududu beng beng

-->

4.20 pm, January 25th 2015-Sunday (waktu tulisan ini dibuat)

Ga sengaja liat jam persis 4.20 waktunya orang giting sedunia. Saya sedang nikmatin makanan, entah ini makan siang telat atau makan malam yang kecepatan saya pun kurang paham istilahnya. Disini, Las terenas (lagi) tepatnya kebanyakan yang berkulit ehem agak gelap, sebagian yang berkulit putih hanya pendatang, turis, menikah dengan orang sini, dan akhirnya terlepas mereka nikah dengan orang lokal atau enggak at the end mereka bermukim disini. 

Semenjak disini, dan dimulai dari tahun lalu sebenarnya, saya menyukai jenis makanan namanya ceviche mungkin ini bukan jenis makanan yang baru di jagad kuliner dunia, tapi pas saya disini nemu bahwa makanan ini cucok di lidah saya. Sebenarnya hanya sejenis ikan mentah yang dipotong kecil kecil tebel, ato rada besar tapi tipis. Dan di matengkan dengan perasan asam dan juga pasti ada irisan bawang merah. Beberapa tempat menghiasi makanan ini dengan irisan paprika, ato jagung rebus, biji jagung goreng, ato/dan sesuka hati mereka. Tapi point dari jenis makanan ini yah hanya ikan mentah. Untuk hari ini saya makan lagi si ceviche itu, doi ngakunya tuh harga 450 peso atau sekitar 8-9€ tapi saya kasih uang 500 eh, ga dibalikin. HAHA...dasar!  


Baiklah untuk kedua kalinya saya kesini, gada yang berubah. Padahal uda setahun lalu. Tapi kalau memang cuma tenggang waktu setahun walaupun ada yang beda yang pasti ga terlalu keliatan ataupun ga terlalu berdampak besar. Eh tapi ada dua hal yang saya inget, bangunan yang berbentuk kapal akhirnya selesai, dan akhirnya ada jembatan di sekitaran sini...


Untuk kedua kalinya kesini, hmm benar benar berasa biasa aja apalagi kalau mesti tinggal selama 5 minggu lagi. Tahun lalu rekor 6 minggu. Hadehhh... Tapi yasudah lah yah, kapan lagi bisa kesini lagi gratis. Apalagi kalo ngingat tiket kesini bayar dua kali. Tiket pertama saya dua kali transit di London dan Miami PP. Eh pas mau berangkat saya ga diijinin check in karena gada visa Amerika. Karena walau hanya transit, atau nama beken nya Stop over walau hanya setengah jam saja, untuk berada walau hanya di bandara Miami-Amerika, manusia harus punya visa. Apalagi manusia berpasport hijau seperti saya. Kalau saya menyandang Waiver Program countries, saya bisa apply Esta dari internet, yang lama nunggunya cuma 2 jam tingal print deh, kira kira ada 38 negara. Jadi, terpaksa  supaya bisa jadi kemari, beli tiket lagi yang rute nya gada transit sama sekali di a-amerika-an. Sehingga akhirnya sampailah saya disini, dan ga berasa minggu depan balik. Tinggal berminggu minggu disini lagi lagi saya terpaksa bebicara bahasa spanyol lagi dan bergugeltranslate ria lagi. Good lah dan saya pun terlatih. Tapi soon pengen belajar bahasa prancis sih, itu juga kalo ga keburu otak saya kusut kaya benang.
santai di pinggir pantai
ma-ma-ma-majuana
mebeul Indonesia beken sampe amriksel!!
Cemilan sore hari. Coba tebak?

the Rainbow is still exist here
Baiklah ini adalah laporan kedua kali menyangkut perjalanan saya di Las Terrenas, tapi sekarang plus Las galeras yang cuma ditempuh sekitar 2 jam-an dari las terrenas. Ciptaan Tuhan memang sungguh luar biasa. AHEY! Tapi Indonesia punya banyak yang kayak gini. Jadi menyangkut pantai, laut atau jenis perairan mana juga kalau belum menjelajah Indonesia sampai pelosok yah jangan berani komen banyak dulu.. Indonesiah masih lebih Okeh.oyeh ooyehh






 Sekilas pandang memandang


-End...

No comments: