4.20 pm, January
25th 2015-Sunday (waktu tulisan ini dibuat)
Ga sengaja liat
jam persis 4.20 waktunya orang giting sedunia. Saya sedang nikmatin makanan,
entah ini makan siang telat atau makan malam yang kecepatan saya pun kurang
paham istilahnya. Disini, Las terenas (lagi) tepatnya kebanyakan yang berkulit ehem
agak gelap, sebagian yang berkulit putih hanya pendatang, turis, menikah dengan
orang sini, dan akhirnya terlepas mereka nikah dengan orang lokal atau enggak
at the end mereka bermukim disini.
Semenjak disini, dan dimulai dari tahun lalu
sebenarnya, saya menyukai jenis makanan namanya ceviche mungkin ini bukan jenis makanan yang baru di jagad kuliner
dunia, tapi pas saya disini nemu bahwa makanan ini cucok di lidah saya.
Sebenarnya hanya sejenis ikan mentah yang dipotong kecil kecil tebel, ato rada
besar tapi tipis. Dan di matengkan dengan perasan asam dan juga pasti ada irisan
bawang merah. Beberapa tempat menghiasi makanan ini dengan irisan paprika, ato
jagung rebus, biji jagung goreng, ato/dan sesuka hati mereka. Tapi point dari
jenis makanan ini yah hanya ikan mentah. Untuk hari ini saya makan lagi si
ceviche itu, doi ngakunya tuh harga 450 peso atau sekitar 8-9€ tapi saya kasih
uang 500 eh, ga dibalikin. HAHA...dasar!
Baiklah untuk
kedua kalinya saya kesini, gada yang berubah. Padahal uda setahun lalu. Tapi
kalau memang cuma tenggang waktu setahun walaupun ada yang beda yang pasti ga
terlalu keliatan ataupun ga terlalu berdampak besar. Eh tapi ada dua hal yang
saya inget, bangunan yang berbentuk kapal akhirnya selesai, dan akhirnya ada
jembatan di sekitaran sini...
Untuk kedua
kalinya kesini, hmm benar benar berasa biasa aja apalagi kalau mesti tinggal
selama 5 minggu lagi. Tahun lalu rekor 6 minggu. Hadehhh... Tapi yasudah lah
yah, kapan lagi bisa kesini lagi gratis. Apalagi kalo ngingat tiket kesini
bayar dua kali. Tiket pertama saya dua kali transit di London dan Miami PP. Eh
pas mau berangkat saya ga diijinin check in karena gada visa Amerika. Karena
walau hanya transit, atau nama beken nya Stop over walau hanya setengah jam
saja, untuk berada walau hanya di bandara Miami-Amerika, manusia harus punya
visa. Apalagi manusia berpasport hijau seperti saya. Kalau saya menyandang Waiver
Program countries, saya bisa apply Esta dari internet, yang lama nunggunya cuma
2 jam tingal print deh, kira kira ada 38 negara. Jadi, terpaksa supaya bisa jadi kemari, beli tiket lagi
yang rute nya gada transit sama sekali di a-amerika-an. Sehingga akhirnya
sampailah saya disini, dan ga berasa minggu depan balik. Tinggal berminggu
minggu disini lagi lagi saya terpaksa bebicara bahasa spanyol lagi dan
bergugeltranslate ria lagi. Good lah dan saya pun terlatih. Tapi soon pengen
belajar bahasa prancis sih, itu juga kalo ga keburu otak saya kusut kaya
benang.
| santai di pinggir pantai |
| ma-ma-ma-majuana |
| mebeul Indonesia beken sampe amriksel!! |
Cemilan sore hari. Coba tebak?
|
Sekilas pandang memandang
No comments:
Post a Comment