Translate

Friday, March 27, 2015

Pasti dan atau tak Pasti


Mengarungi jalan yang tak pasti

Saya sedikit tersentil, dan merasa diomongi ketika mendengar kutipan kalimat diatas dalam sebuah lagu. Yang adalah bermakna lemparan pertanyaan-pertanyaan yang dulu pernah ditanyakan ke saya. Seperti: lu main terus, ga mikirn karir?
Pernah saya singgung sebentar di tulisan sebelumnya. Semenjak saya sadari sudah lebih dari 3 orang yang menanyakan itu, sekarang saya sedikit ambil pusing yang awalnya bodo amat. Tapi selama saya masi ada masukan pundi-pundi dari setiap perjalanan yang saya ciptakan, mungkin bisa disebut itu adalah, sedikit-banyak berkarir. Berkarir secara tak umum. Well, pada akhirnya saya pun press skip's button terhadap pertanyaan ini (lagi-lagi skip).

Pertanyaan selanjutnya adalah, standar pertanyaan yang dilempar kepada umumnya perempuan setelah melewati umur 25, kapan kawin?
Baiklah untuk pertanyaan ini, saya benar benar ga ambil pusing. Kawin-nikah, mau mau aja sih, asal uda ada yang ngajak. Kalau sampe sekarang masih belum ada yang ngajak ke pelaminan, ya mangga atuh diantos lagi.. Ya, maksudnya buakan hanya nunggu juga sih, yang klop di hati juga belum dapet, eh pas dapet yang klop di hati, doi nya ga klop ke saya. Trus, salah siapa? salah si klop..?

Pertanyaan selanjutnya, mau mengepakkan sayap kemana lagi? well, baiklah untuk jawaban itu akan di update soon!

Terlepas saya sedang mengarungi jalan yang pasti dan atau tak pasti, selagi alam semesta menyertai, pasti-dan saya percaya ketidakpastian akan tetap terus berlari, terus mengejar sehingga pasti akan diraih. Hal tak pasti hanya sebatas proses yang akan menggapi tujuannya, PASTI, kau pasti akan tergapai, SOON! cepat atau lambat....




SUJU - Sugesti Judul



Putih yang berangsur kusam dan memilih hitam sebagai ganti warnanya adalah situasi titik terendah dalam emosi jiwa. Terlepas dari kebersihan rohani yang membaur dan memilih untuk smeentara mengalah dalam hal ini. Tapi akan tetap diingat untuk diundang berperan serta untuk megupayakan dan mengangkat hitam agar tidak terlalu kelam.

Warna yang dituang berganti-ganti dalam jangka waktu yang berdekatan membuat proses pergantian warna tetap terjadi dan tidak bisa kembali ke putih untuk sementara ini. Terlebih lagi warna yang dituangkan kebanyakan gelap. Lagi, ini adalah situasi yang harusnya sementara. Dan saya harap nantinya kembali hitam disamarkan dan sebisa mungkin mencapai putih seperti awal mulanya dia tercipta. Saya yakin hitam akan selalu bermanfaat untuk memberi hiburan warna di tengah warna putih dan warna kusam.

Permainan warna selalu tercipta ketika kita mencampurkan wana yang berbeda, dan benar benar memberi warna yang tidak membosankan kehidupan. Tapi pertanyaannya sampai kapan hitam akan berkuasa dan memberi kesempatan warna lain berjaya?

Mungkin sugesti judul, warna warni, memang bener menghiasi hidup manusia.

Saturday, March 21, 2015

SEKSYES

mbakbroh... SEKSYES yah...!!

Well, sebenarnya disini hanya pengucapannya aja yang beda, tp sebenarnya ini bermakna sukses!
kalo orang-orang nanya sukses bagi saya apaan? hmm, bagi saya sukses adalah keberhasilan dalam mewujudkan atau memperoleh apa yang saya inginkan, mimpi cinta dan sejenisnya. Yang pasti harus memiliki Proses dan Hasil! yah sesederhana itu. Tapi tidak ada yang tau kan proses nya sederhana ato rumit membabibuta...

Yang pasti kita harus punya mimpi dulu baru bisa sukses. Trus cara memiliki mimpi bagaimana? kalo orang bilang becandaannya selalu: tidur dan mimpilah. HAHA...  Anyway, bukan! Cara bermimpi yah gampang, tuliskan saja apapun yang kamu ingin dapatkan. Yang pasti yah harus hal positif. Di tulisan sebelumnya saya pernah menyinggung http://nyheetha.blogspot.de/2014/06/jangan-pelit-mimpi.html jangan pelit mimpi. Brutal lah dalam bermimpi, mumpung masih gratis. Nah sisanya arahkan diri dan jalan hidup kamu ke arah mimpi tesebut. Ya, misalnya mau mendapatkan beasiswa ke Perancis belajarlah bahasa Perancis (walaupun bisa juga dalam bahasa inggris). Jangan hiraukan orang-orang yang udah kedulu mempunyai karir dan anda melihat diri sendiri masih duduk terpojok disudut dengan sekadar belajar bahasa. Tenang waktunya anda belum sekarang, belum datang, tapi secepatnya. Ingat.. ini masih proses, nikmatin aja dulu. Dan ketika waktunya sudah datang, kamu pasti akan melayangkan dirimu sampai ke langit ke tujuh menembus nirwana. hmmmm....

Saya juga sekarang tampak seperti itu, nomaden dan terkesan tidak puya masa depan, tapi minimal saya punya pengalaman hidup menikmati beberapa cara hidup orang asing.. Yang pasti tidak akan bisa didapatkan kalau hanya diam di satu tempat saja. At least, ini adalah mimpi saya sebelumnya, dan beberapa sudah saya dapatkan. Pendek kata sudah menikmati beberapa kesuksesan versi saya.

Selanjutnya saya sudah dan harus mulai mimpi baru lagi, dan menyusun strategi untuk mendapatkan kesuksesan itu lagi! hmm. Kalau orang tanya kapan kawin dan mulai memikirkan karir atau masa depan? Saya pikir ini adalah masa depan saya, yaitu mencapai kesuksesan tersebut. Saya pikir selama saya masi ingat Tuhan saya dan keluarga besar saya dan mereka mendukung saya sepenuhnya, mulus lah segalanya. So far, not so complicated for asking their permit. Gatau yah ntar...

Well, whatever about mine... Yang pasti bermimpi dan jadilah orang sukses! Dan bermimpilah sebrutal mungkin, dan jangan pelit mimpi...
Mbakbroh.. Seksyes yak!!!


end...

Wednesday, March 18, 2015

itu-membingungkan-ini

Jalan berliku tampak rata, mulus dan/atau jalan menanjak, bergelombang?

Yang pasti semuanya mengarah ke depan dan tidak mudah untuk mencapainya.


Saya pikir hidup yah gitu juga. Sekarang tahun ganjil dan uda berjalan tiga bulan di tahun baru ini. Tampaknya jalan bergelombang dan menanjak versi saya, sedang dimulai. Lagi dalam proses ngos-ngosan on the way puncak. Walau keitung masi berjalan di bagian bawah a.k.a kaki puncak. Berasa semua masalah kumpul di saat bersamaan, saking banyak nya susah disebutkan apa saja yang memenuhi pikiran ini yang ujung ujung nya disebut masalah. Or maybe im just worried too much? Lagian yang dibingungkan juga ga-ada, atau bingung yang mana dulu harus dibingungkan di urutan pertama.

Belakangan ini saya bingung sama diri saya sendiri, kalau kata orang-orang dulu : bagaimana kamu mau dimengertiin orang kalau kamu ga mau ngertiin orang lain?- Nah, masalahnya selama ini saya berusaha untuk ngertiin orang, tapi sayangnya saya ga bisa ngerti saya sendiri. Pertanyaannya, gimana bisa orang ngertiin saya, kalau saya sendiri ga ngerti saya?, Bagaimana mencintai orang lain kalau ga cinta diri sendiri?, nah masalahnya (lagi) saya uda bisa mencintai diri sendiri, masalah nya cuma masi tahap belum ngertiin diri sendiri. Tuh kan tampak jelas, terlalu banyak masalah di sebutkan diatas.

Mungkin saatnya memperkuat iman, membulatkan tekad, dan mentautkan hati mendaratkan kaki menuju persimpangan lain. HA...