Jalan berliku tampak rata, mulus dan/atau jalan menanjak, bergelombang?
Yang pasti semuanya mengarah ke depan dan tidak mudah untuk mencapainya.
Saya pikir hidup yah gitu juga. Sekarang tahun ganjil dan uda berjalan tiga bulan di tahun baru ini. Tampaknya jalan bergelombang dan menanjak versi saya, sedang dimulai. Lagi dalam proses ngos-ngosan on the way puncak. Walau keitung masi berjalan di bagian bawah a.k.a kaki puncak. Berasa semua masalah kumpul di saat bersamaan, saking banyak nya susah disebutkan apa saja yang memenuhi pikiran ini yang ujung ujung nya disebut masalah. Or maybe im just worried too much? Lagian yang dibingungkan juga ga-ada, atau bingung yang mana dulu harus dibingungkan di urutan pertama.
Belakangan ini saya bingung sama diri saya sendiri, kalau kata orang-orang dulu : bagaimana kamu mau dimengertiin orang kalau kamu ga mau ngertiin orang lain?- Nah, masalahnya selama ini saya berusaha untuk ngertiin orang, tapi sayangnya saya ga bisa ngerti saya sendiri. Pertanyaannya, gimana bisa orang ngertiin saya, kalau saya sendiri ga ngerti saya?, Bagaimana mencintai orang lain kalau ga cinta diri sendiri?, nah masalahnya (lagi) saya uda bisa mencintai diri sendiri, masalah nya cuma masi tahap belum ngertiin diri sendiri. Tuh kan tampak jelas, terlalu banyak masalah di sebutkan diatas.
Mungkin saatnya memperkuat iman, membulatkan tekad, dan mentautkan hati mendaratkan kaki menuju persimpangan lain. HA...
Yang pasti semuanya mengarah ke depan dan tidak mudah untuk mencapainya.
Saya pikir hidup yah gitu juga. Sekarang tahun ganjil dan uda berjalan tiga bulan di tahun baru ini. Tampaknya jalan bergelombang dan menanjak versi saya, sedang dimulai. Lagi dalam proses ngos-ngosan on the way puncak. Walau keitung masi berjalan di bagian bawah a.k.a kaki puncak. Berasa semua masalah kumpul di saat bersamaan, saking banyak nya susah disebutkan apa saja yang memenuhi pikiran ini yang ujung ujung nya disebut masalah. Or maybe im just worried too much? Lagian yang dibingungkan juga ga-ada, atau bingung yang mana dulu harus dibingungkan di urutan pertama.
Belakangan ini saya bingung sama diri saya sendiri, kalau kata orang-orang dulu : bagaimana kamu mau dimengertiin orang kalau kamu ga mau ngertiin orang lain?- Nah, masalahnya selama ini saya berusaha untuk ngertiin orang, tapi sayangnya saya ga bisa ngerti saya sendiri. Pertanyaannya, gimana bisa orang ngertiin saya, kalau saya sendiri ga ngerti saya?, Bagaimana mencintai orang lain kalau ga cinta diri sendiri?, nah masalahnya (lagi) saya uda bisa mencintai diri sendiri, masalah nya cuma masi tahap belum ngertiin diri sendiri. Tuh kan tampak jelas, terlalu banyak masalah di sebutkan diatas.
Mungkin saatnya memperkuat iman, membulatkan tekad, dan mentautkan hati mendaratkan kaki menuju persimpangan lain. HA...
No comments:
Post a Comment