Translate

Wednesday, April 19, 2017

escaping the ordinary



Hidup biasa-biasa aja memang membosankan, melelahkan, dan bukan saya banget. Mulai dari prosesi kegiatan harian yang itu-itu aja atau point of view suasana yang itu-itu aja. Tapi tidak berlaku untuk soal pertemanan atau hubungan ke manusia. Untuk mewarnai suasana lingkungan, maka dari itu dimulai dari beres SMA, saya meloncatkan kaki ke Bandung, mencoba meniti karir di Bali, dan melanjutkan ke Jakarta. Dan di tengah-tengah loncatan ke kota-kota lain itu saya juga melakukan perjalanan wisata ke daerah-daerah lain. Indonesia terlalu lubar alias luas dan lebar kalau cuma ditinggali di beberapa sudut kota/daerah doang. Juga dalam lifestyle harian saya, semakin orang bilang saya 'beda' semakin saya mempertahankannya. HA-HA.

Tapi menghindar dari rutinitas yang itu-itu aja juga merupakan sedikit beban dan juga tantangan diri. Bayangkan saja setelah saya liat-liat setelah saya telaah karena kebosanan itu saya sering berganti-ganti bidang pekerjaan, walau terjadi secara tidak sengaja, atau mungkin karena sugesti escaping the ordinary itu tadi. Jadi ragam kerjaan saya itu, mulai  dari perbankan, hotel-hotelan/hospitality, di bidang Bahasa, pendidikan, broadcasting, dan terakhir bidang racik meracik minuman. Ada plus minus nya.. yang pasti plus nya saya punya pengalaman di berbagai bidang pekerjaan, negative nya saya tidak punya karir yang sesuatu kaya teman-teman saya lainnya. Jadi saya kudu gimana dong??

Mengenai tempat-tempat saya bermukim selama ini yang mendukung saya menghindari rutinitas/situasi yang itu-itu aja, semua meninggalkan bekas dan sejarah yang selalu terpatrin dalam jiwa dan sukma saya. Bayangkan saja, setiap saya tingalkan Kota/Negara dan menuju tempat lain, biasanya saya memperoleh sekaligus meninggalkan 'keluarga' baru yang saya dapatkan. Ada baik dan buruk nya juga. Baik nya saya punya keluarga dimana-mana buruk nya ya sedih meninggalkan mereka dan fase mencari dan menciptakan keluarga baru yang cucok ke saya itu ga gampang. Butuh proses yang lama. 

Tapi kesimpulan dari keseluruhan semua ini, saya merasa pengalaman ini meluluhlantakkan keping-keping kesombongan diri, meyobekkan kearoganan, dan semakin bersyukur terhadap keberpihakan yang kuasa dan alam semesta terhadap doa-doa saya, terhadap semua ini dan lanjutan esok hari.

Sekarang ini saya sedang menjalani proses  yang sangat menantang yaitu, ketika memulai hidup baru di tempat baru, saya harus mencari teman baru yang akan saya jadikan keluarga baru nantinya. Tapi proses ini belum berhasil dan masi terus dan terus saya usahakan. Semoga berhasil, doakan saya ya..!!Dan ini adalah escaping the ordinary ala saya.




Habis Manis S di buang?



Pribahasa normalnya biasa disebut: 'Habis manis Sepah dibuang'. Tapi saya sengaja menulis initial S supaya kita bisa lanjutin si S sesuai keinginan.

Apa salah nya terhadap pribahasa tersebut pada umumnya? Kalau kita makan tebu, habis manis sepah nya kita tidak makan lagi kan..? Kalau kita makan kacang kulitnya pasti dibuang, ga dimakan?... (Kalau ini mewakilkan pribahasa 'bagai kacang lupa kulitnya')  kecuali di simpan untuk kerajinan tangan atau fungsi lainnya it's kinda oke.

Buat saya.. banyak teman datang ke saya dalam situasi mereka terpuruk, situasi mereka mau pinjem uang dan sejenisnya. Setelah mereka bangkit lagi mereka menikmati kesenangan mereka sendirian saja atau pergi ke teman-teman lainnya. Justru di posisi ini saya merasa special, bahwa saya adalah orang yang dipercaya untuk dengar cuitan mereka, saya adalah orang yang mereka lari ke.., pada saat mereka lagi down. I'm OK with that I'm totally fine for that. Dan salah satu akrab saya sah-sah saja pernah mengakui hal tersebut, bahwa dia datang/cari saya karena ada masalah semata.

Ada juga selewatan orang yang saya kenal, sedang berada di dalam situasi plin-plan, galau berkepanjangan selalu mencari saya untuk mendengar keluh kesah dia, dan ketika dia sudah kembali normal dia sudah tidak butuh saya lagi (mungkin). Hmm.. wajar mungkin, dia sudah tidak galau lagi, masalah sudah selesai  dan saya tidak ada gunanya lagi.  Dan saya sendiri pun tidak mau mengganggu pihak yang sudah bahagia. Jadi ya biarkan saja dia dan kebahagiaanya.

Anyway, biasanya istilah untuk orang penyedia jasa telinga sering disebut 'tong sampah'.

Nyari orang atau tempat untuk sekedar mendengar curhatan atau menyediakan telinga saja agak susah ditemukan. Karena saya sangat tau hal itu saya merasa jasa penyediaan telinga sangat mulia gunanya karena jarang ditemui di dunia nyata ini.

Nah sekarang posisinya dibalik, ketika saya butuh telinga untuk sekedar mendengar celotehan saya, kemanakah saya akan berlari? Makanya beberapa waktu lalu saya sempat membuat tulisan  berjudul gangs wanted. Belum nemu jasa penyediaan telinga buat saya, that's why I keep writing my blog hanya untuk sekedar nulis hal yang penting ga penting yang saya sedang rasa. Sebenarnya saya ga punya masalah serius untuk dishare, diperbincangkan, dibahas. Saya hanya butuh teman real yang saya bisa bagi kegilaan, cerita topic ngarul ngidul, hal konyol yang tak bermakna. Itu saja, peneyedia jasa juga butuh menggunakan jasa yang mereka sediakan.



Wednesday, April 12, 2017

GET LOST in SEPTEMBER II


PART II... VIETNAM


Arrival time in the evening, 6th Sept 2013

Terbang dari bangkok menuju Ho Chin Minh City yang biasa disingkat orang hcmc. Di Hcmc kita uda dapat tempat tinggal dari couchsurfing Thu Le. Doi baru nikah ternyata, tapi it’s oke lah ya.. Dari bandara kita dirujuk naik Taxi dimana  dalam sejarahnya saya selama bepergian ga pernah naik taksi. Tapi kata Thu takut ribet plus kita uda nyampenya malem dia nyuruh kita naik taxi dengan rekomendasi beberapa nama taxi yang terpercaya di kota ini. Nyampe dimari kurang lebuh setengah 7 maaleman. Sampe d apartemen Thu kita di suruh naik keatas, Karena Thu punya let’s say kios/swalayan kecil di lantei entrance bawah. Sampe rumah kita mandi dan disuguhin makan. Lumayan enak.. masakan buatan ibu nya. Jadi Thu baru nikah dan Ibunya lagi tinggal dimari. Jadi isi apartemennya kita berlima. Mereka baru pindah ke Apartemen ini makanya kamar kita masi berantakan karna barang-barang mereka belum beres. Anyway.. Karena kita pake jasa ‚nebeng‘ saya bawa sesuatu nih buat Thu.. Setelah ngbrol ngebahas mau kemana aja selama di Hcmc Thu kasi masukan yang membantu. Itu dia gunanya couchsurfing bias nemu guide local yang membantu sekali kaann… Baiklah saat nya tidur besok kita mulei hari baru dengan list list yang kudu di lakuin.
                                                
     

Hari selanjutnya 7th Sept 2013…
Pagi hari kita cari makan, sarapan ke pasar. Makan Pho asli, kapan lagi…?! Sekarang saatnya! Mari makan... Ditraktir Thu, karena katanya doi mau jadi tuan rumah yang baik. Baiklah tak kan kami halangi pun.. Balik ke apartmen lagi, lakik Thu bantuin book bus malem, book hostel di Da-lat dan things to do selama disana. Kita juga sekalian sambil packing cabut dari mari. Dari sini kita singgah bentar ke Pasar Ben Thanh trus ramean ama temen Thu ke  Saigon Notre-Dame Cathedral selanjutnya langsung ke terminal cabut ke Da-lat naik bus malem.



Bermalam di bus yang mereka sebut dengan sleeping bus. Kita bekel beberapa bapau isi macem macem. Diprediksi kita akan sampe esok pagi. Diterminal makan minum istirahat disediakan kopi. Kopi Trung Nguyen yang beken di seiap sudut saigon. Saya juga beli beberapa bungkus dari swalayan nya Thu buat bawa Indonesia

Saat nya.. Da-Lat
Hari selanjutnya 8th Sept 2013 ...
dari terminal Da-Lat kita nemu Taxi yang bias kita 'panggil' anytime we want to. Dengan bayaran yang menggiurkan pastinya. Soalnya agak bingung kalau bolak balik panggil taxi randomly. Tujuan pertama kita Langbiang yang adalah derah agak perbukitan, trus ke Vuon Hoa Thanh Pho atau nama cakepnya taman bunga kali ya tapi karena htm nya agak mahal dan takut menerima kekecewaan kita pun putuskan untuk poto bagian depan aja. Tjukup. Terus kita ke Crazy House, trus Thiền Viện Trúc Lâm kalau kata saya mah temple itu, trus kita ke pasar yang beken namanya Cho Da lat . Disini saya beli kopi lagi kan saringan kalengan kopi yang daitaro atas gelas ala kopi Vietnam.
Kita sarapan dulu ya pastinya. Roti isi nya plus kopi pastinya.. dan bapau buat bekel as usual.

 Melihat mesin sederhana ala pemilik wakop dimari menggelitik hati saya dan memperkuat iman saya untuk membuka warkop for my own. Yang penting kan cita rasa kopi bukan kopu make-up plus plus kaya di wakop komersil. Wakorp sederhana ini punya pelanggan rame sekali.
 Ini adalah view dari jendela kamar hotel kita. Dan kamar sederhana yang mampu kita bayar.
 
 
Ini adalah taxi deal-an yang kita 'pegang' selama di Da Lat, dan dalam perjalanan menuju Langbiang kita nemu zebra coklat. gatau mungkin itu karna uda lama belum mandi kali ya..



                                               

 Crazy House ini kalau menurut saya sangat menarik. Ada juga bentuk kapal kaya nabi Nuh punya.
      


 Selanjutnya kita melangkah ke temple Thiền Viện Trúc Lâm . Ada akses cable car juga nih kalau kesini. Tapi ya kita skip aja sihh.
   


Beres dari Temple kita balik ke kota lagi kita jala njalan ke pasar nya dan keliling sekitar. malam ini malam yang panjang kita balik lagi ke hcmc ntar malam besok pagi sampe sana deh.

Beres dari pasar kita rada malaman. Saatnya makan malam kita undang supir angkot kita. Dia ajak ke resto yang beken disana trus dianter ke terminal bus ama si mas. Cya mas...


 Hari selanjutnya 9th Sept 2013 ...
Sampe Hcmc pagi yang pasti langsung sarapan ala penduduk lokal lagi trus nyinggah lagi ke pasar Benh Thanh untuk belanja maksimal abis itu barung langsung cabut ke bandara. Gausah lagi lagi naik taxi ke bandara, karena daerah sini banyak transportasi umum kemana-mana, juga ke bandara kita naik bus deh. Let's go, melanjutkan perjalanan lagi ke negeri Singa dengan gembolan yang nambah dari Bangkok dan dari Vietnam.
   
                                

 
alat workout public. NICE





bekel di bandara
           
Selamat tinggal kopi nikmat Vietnam, tlah kubeli saringan kaleng kopi mu, dan berharap bias kunikmati di Indonesia. Dengan kopi asli daerah saya dan mengkombinasikan dengan tools dari kamu! Mari ngopis, warkop asli, sederhana tanpa make-up. Kopi saja, atau dan tambah susu/cream, gula additional, sudah!




Mari kita lanjut, lanjut terbang ke Singapore...



tsuzuku to be continue...