Translate

Wednesday, April 19, 2017

Habis Manis S di buang?



Pribahasa normalnya biasa disebut: 'Habis manis Sepah dibuang'. Tapi saya sengaja menulis initial S supaya kita bisa lanjutin si S sesuai keinginan.

Apa salah nya terhadap pribahasa tersebut pada umumnya? Kalau kita makan tebu, habis manis sepah nya kita tidak makan lagi kan..? Kalau kita makan kacang kulitnya pasti dibuang, ga dimakan?... (Kalau ini mewakilkan pribahasa 'bagai kacang lupa kulitnya')  kecuali di simpan untuk kerajinan tangan atau fungsi lainnya it's kinda oke.

Buat saya.. banyak teman datang ke saya dalam situasi mereka terpuruk, situasi mereka mau pinjem uang dan sejenisnya. Setelah mereka bangkit lagi mereka menikmati kesenangan mereka sendirian saja atau pergi ke teman-teman lainnya. Justru di posisi ini saya merasa special, bahwa saya adalah orang yang dipercaya untuk dengar cuitan mereka, saya adalah orang yang mereka lari ke.., pada saat mereka lagi down. I'm OK with that I'm totally fine for that. Dan salah satu akrab saya sah-sah saja pernah mengakui hal tersebut, bahwa dia datang/cari saya karena ada masalah semata.

Ada juga selewatan orang yang saya kenal, sedang berada di dalam situasi plin-plan, galau berkepanjangan selalu mencari saya untuk mendengar keluh kesah dia, dan ketika dia sudah kembali normal dia sudah tidak butuh saya lagi (mungkin). Hmm.. wajar mungkin, dia sudah tidak galau lagi, masalah sudah selesai  dan saya tidak ada gunanya lagi.  Dan saya sendiri pun tidak mau mengganggu pihak yang sudah bahagia. Jadi ya biarkan saja dia dan kebahagiaanya.

Anyway, biasanya istilah untuk orang penyedia jasa telinga sering disebut 'tong sampah'.

Nyari orang atau tempat untuk sekedar mendengar curhatan atau menyediakan telinga saja agak susah ditemukan. Karena saya sangat tau hal itu saya merasa jasa penyediaan telinga sangat mulia gunanya karena jarang ditemui di dunia nyata ini.

Nah sekarang posisinya dibalik, ketika saya butuh telinga untuk sekedar mendengar celotehan saya, kemanakah saya akan berlari? Makanya beberapa waktu lalu saya sempat membuat tulisan  berjudul gangs wanted. Belum nemu jasa penyediaan telinga buat saya, that's why I keep writing my blog hanya untuk sekedar nulis hal yang penting ga penting yang saya sedang rasa. Sebenarnya saya ga punya masalah serius untuk dishare, diperbincangkan, dibahas. Saya hanya butuh teman real yang saya bisa bagi kegilaan, cerita topic ngarul ngidul, hal konyol yang tak bermakna. Itu saja, peneyedia jasa juga butuh menggunakan jasa yang mereka sediakan.



No comments: